Teks Pidato ” Negara Melawan Korupsi”


Assalaamu’alaikum wr wb.

Bapak Soeharno yang saya hormati serta rekan-rekan yang akan mendedikasikan dirinya bagi perjuangan melawan korupsi di negeri Indonesia tercinta ini nantinya.

Pertama-tama, mari kita haturkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah kita dapat berkumpul diruangan yang sejuk ini. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato saya yang berjudul “Negara Melawan Korupsi”.

Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai korupsi, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu arti dari kata korupsi itu sendiri. makna harfiah dari kata korupsi yaitu mengambil atau mencuri hak yang bukan hak kepunyaannya dengan memanfaatkan jabatan serta dengan sembunyi-sembunyi.

Perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan tanpa akhir, proses pembentukan suatu bangsa yang mapan, terbuka, dan selalu ada “kejujuran” dalam dada masyarakatnya, suatu bangsa yang entah kapan benar-benar  menjadi kenyataan.

Indonesia boleh bangga sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, agama, dan budaya. Bangga karena dianugerahi keindahan alam nan menawan. Mungkin juga bangga akan kemajuan peradaban masa lalu, di jaman Majapahit ataupun Sriwijaya. Bangga karena berhasil mempersatukan bangsa, berjuang bersama melewati masa-masa sulit dan memerdekakan Indonesia. Tapi kini, masihkah itu semua cukup untuk kita banggakan ? Tidak adakah hal baru atau prestasi yang pantas kita banggakan? Prestasi yang tidak semua bangsa bisa dengan mudah menyainginya ?

Ignatius Haryanto dalam artikelnya di harian Kompas, mengajak kita mencatat prestasi terbaru bangsa Indonesia. Prestasi itu ialah, negara kita sebagai salah satu negara terkorup selama bertahun-tahun. Selain itu, negara kita juga merupakan negara yang koruptornya paling rentan dengan kesehatan. Koruptor kita selalu sakit setiap kali hendak diperiksa atau diadili. Lalu, PBB menyimpulkan bahwa korupsi peradilan di Indonesia adalah salah satu yang terburuk di dunia yang mungkin hanya bisa disaingi oleh Meksiko. Dari 65 negara di dunia yang paling korup, Indonesia berada di urutan 47 dan ranking 3 sebagai negara terkorup di ASEAN. Dan ironisnya, dari berbagai cara yang selama ini sudah ditempuh, belum terlihat perubahan yang baik dari kondisi bangsa ini. Permasalahan korupsi telah menjalar sebagai budaya sekaligus penyakit akut bagai virus ganas yang aktif menggerogoti ke sekujur tubuh negara ini. Sungguh ironis sebagai bangsa yang besar, bangsa yang berbudi luhur dan beragama bahkan menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pilar pertama dasar negara. Lalu apa yang bisa kita berikan untuk bangsa ini ?

Dampak praktik korupsi begitu jelas telah memporak – porandakan bangsa ini. Negara dengan tingkat korupsi yang tinggi memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap institusi publik, sehingga hal tersebut akan memacu tingkat kriminalitas dan disorganisasi sosial. Korupsi membawa dampak buruk terhadap kinerja pemerintahan, dan buruknya kinerja pemerintahan merangsang setiap elemen masyarakat untuk mengembangkan praktek – praktek penyuapan untuk mempermudah urusan mereka.

Hadirin yang berbahagia, kurang tegasnya sanksi yang diterima, membuat para koruptor senang. Hal ini menjadi bukti kurang tegas nya hukum perihal koruptor ini.

Bagaimana supaya kondisi tersebut tidak memburuk serta beberapa koruptor di tindak sebagaimana tentunya ? penjara spesial koruptor, penjara spesial koruptor ini yaitu penjara yang tidak berikan sarana serta di jaga oleh orang yang bermental tinggi hingga tidak gampang terperngaruh ucapan beberapa koruptor.

Fungsi pemerintah tentang korupsi yang berlangsung di negara kita semestinya lebih menegaskan seluruh beberapa koruptor di tahan dengan tindakan yang semesinya. pemerintah juga mesti lebih menambah penjagaan supaya tidak berlangsung praktik-praktik korup lagi.

Hadirin yang saya hormati, negara kita tidak membutuhkan orang yang cuma mempunyai kepintaran saja tetapi orang yang mempunyai kejujuran serta kepribadian yang besar hingga tidak gampang dipengaruhi orang lain semestinya kita mementingkan mutu bukan hanya jumlah terlampau beberapa orang yang pandai namun cuma segelintir orang yang mempunyai kejujuran.

Generasi anak bangsa negara yang baik mesti lah di didik dengan baik serta tidak terlampau mementingkan IQ namun emotional serta spiritual yang tinggi hingga tidak lahir koruptor-koruptor di periode yang akan datang. Aksi untuk melawan korupsi mesti di tangani dengan serius dikarenakan kita semua menginginkan korupsi dapat terkikis dan akhirnya lenyap dari negara kita.

Sudah saatnya kita mengobati tubuh ini dengan serius, jangan ada lagi korupsi di negeri ini ! Perubahan harus dimulai dari sekarang ! Mungkin bisa dimulai dengan menjauhi motto hidup sederhana bangsa ini, “Maju tak gentar membela yang bayar !”

Mungkin sekian pidato saya pada hari ini. Mohon maaf apabila ada ucapan saya yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalammualaikum wr wb..

Categories: My Stories | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: