Karya Ilmiah “Efek Menonton teehadap Hasil Belajar Siswa”


Bab I

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang Masalah

Belajar adalah suatu aktifitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal. Belajar tidak hanya dengan cara membaca, tetapi bisa juga dengan cara melihat dan mendengar. Setiap orang memiliki tipe belajar yang berbeda-beda dan hal ini juga berpengaruh terhadap hasil akhir yang akan didapatkan oleh orang tersebut. Tidak hanya diakibatkan oleh tipe belajar yang dimiliki orang tersebut yang dapat mempengaruhi hasil akhir dari sebuah pembelajaran, ternyata kedisplinan dan seberapa rajin orang tersebut juga dapat berpengaruh terhadap hasil akhirnya karena orang yang rajin belajar, berarti dia mengulangi materi yang mereka pelajari dan hal ini dapat menambah daya ingat seseorang. Belajar bukan hanya membaca buku pelajaran. Belajar juga dapat dilakukan dengan belajar menghargai orang lain, belajar berolahraga, belajar membuat sebuah kesenian, belajar bernyanyi dan masih banyak lagi hal yang bisa disebut sebagai belajar.

Mempelajari banyak hal adalah sesuatu yang sangat baik, ilmu yang didapatkanpun lebih banyak. Belajar untuk menghormati orang lain dapat membuat dirinya juga akan dihormati orang lain. Semua yang dipelajari pasti ada manfaatnya, apapun itu selama itu adalah hal yang baik.

Penulis, dalam hal ini lebih mengarah kepada belajar dalam konteks membaca buku pelajaran. Hal ini adalah hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang pelajar, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA dan menjadi suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang agar mereka sukses dalam ujian akhir. Misalnya saja di Indonesia, akan ada ujian akhir nasional setiap tahunnya dan menjadi 60% penentu kelulusan seorang siswa. Dan belajar adalah salah satu kunci dari keberhasilan itu sendiri. Memang belajar itu adalah hal yang membosankan bagi beberapa orang, apalagi membaca dengan cara diam dalam waktu yang lama. Tetapi, manfaat yang didapatkan akan banyak sekali jika orang tersebut dapat menahan rasa bosan yang dia rasakan.

Belajar haruslah didukung dengan pemahaman dari orang yang belajar tersebut. Hal ini berarti bahwa, belajar juga memerlukan pemahaman. Tidak ada gunanya belajar lama-lama tetapi orang tersebut tidak paham akan materi yang dia pelajari. Hal terpenting dalam belajar adalah mengerti apa yang dia pelajari dan pelajari apa yang di mengerti berulang-ulang.

Menonton berarti aktivitas melihat sesuatu dengan tingkat perhatian tertentu (Sudarwan Danim, 1995:20). Menonton televisi yaitu aktivitas melihat siaran televisi sebagai media audio visual dengan tingkat perhatian tertentu. Yang terkadang tingkat perhatiannya sangatlah berlebihan. Seseorang sampai tega meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menonton sinetron langganannya dengan alasan takut ketinggalan ceritanya yang seru. Mereka tidak mengetahui bahwa melewatkan waktu kerja untuk menonton hal-hal seperti itu dapat mengurangi pendapatan mereka.  Tentunya manusia dapat berpikir tentang hal baik dan hal buruk, tentang aktivitas yang harus diprioritaskan dan tentunya mendapatkan manfaat dari aktivitas tersebut, bukan aktivitas yang malah merugikan dirinya sendiri.

Menonton terlalu lama dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan dan psikologi. Menonton terlalu lama dapat menyebabkan mata perih. Program-program di televisi dapat berdampak besar pada kehidupan seseorang. Misalnya, menonton film kekerasan akan berdampak pada tingkah laku seseorang, orang tersebut dapat meniru tingkah laku apa yang dilihatnya dan ini sangatlah tidak baik.

Ada juga hal positif yang dapat diambil dari menonton televisi. Contohnya, menonton berita. Menonton berita dapat menambah ilmu pengetahuan bagi para penontonnya dan bisa memberikan berita terbaru diseluruh dunia yang mungkin bermanfaat untuk kehidupan. Selain berisi informasi, menonton televisi juga dapat menyegarkan pikiran dan sebagai penghibur diri. Bukan berarti bahwa para pelajar dapat terlena dengan hanya menonton seharian tanpa belajar. Penyalahgunaan inilah yang menyebabkan pelajar tidak mau belajar dan membuat nilai ujian mereka terus menurun seiring berjalannya waktu.

Televisi sudah membuat para pelajar melupakan kewajibannya yaitu belajar karena banyak sekali pelajar yang memilih untuk menonton televisi dibandingkan membaca buku. Mereka bukan menonton berita yang bisa menambah ilmu pengetahuan umum tetapi malah menonton gosip, kartun dan sinetron. Menonton televisi membuat pelajar menjadi bermalas-malasan.

Sebagai masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitar khususnya pelajar, penulis menginginkan pelajar-pelajar yang berprestasi dan dapat mengetahui yang mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan, pelajar-pelajar inilah yang akan memimpin negeri ini nantinya. Mereka harus belajar lebih keras lagi untuk menjadi pemimpin masa depan yang baik untuk Indonesia. Pelajar yang tahu yang mana yang penting antara belajar dan menonton televisi.

1.2. Identifikasi Masalah

  1. Terus menurunnya nilai siswa karena terlalu banyak menonton televisi.
  2. Kurangnya waktu belajar karena menonton televisi.
  3. Perbandingan waktu menonton televisi dan waktu belajar yang tidak seimbang. Yang mana persentasenya lebih banyak menonton televisi.
  4. Mengurangi tingkat keinginan siswa untuk belajar karena terlalu sering menonton televisi.
  5. Membuat siswa tidak lulus ujian akhir nasional karena kurang belajar.
  6. Membuat siswa tambah malas.
  7. Membuat siswa semakin anarki karena menonton film tentang kekerasan.

1.3. Pembatasan Masalah

Seberapa sering seorang siswa menonton televisi dibandingkan dengan belajar mungkin menjadi pertanyaan yang ada dalam benat para pembimbing. Menonton televisi menyebabkan nilai siswa disekolah semakin menurun. Hal inilah yang menjadi permasalahan utama yang menyebabkan siswa menjadi bermalas-malasan dalam belajar. Dan tentunya hal ini harus mendapatkan perhatian penuh dari semua orang, khususnya para guru dan orangtua siswa tersebut. Semua orang harusnya mengetahui dampak menonton televisi terhadap siswa, khususnya siswa SMA. Karena pada masa SMA siswa sedang beranjak menuju masa dewasa yang mana ego mereka belum stabil. Hal ini berarti, mereka masih mudah untuk dipengaruhi oleh orang ataupun suatu hal dan kita belum mengetahui pengaruh itu baik atau buruk bagi siswa tersebut. Melihat persentase hasil kelulusan yang tinggi bukan berarti kita bisa membiarkan para siswa untuk bersenang-senang dengan kegiatannya. Kita belum tahu seorang siswa itu akan lulus atau tidak. Makanya, belajar menjadi salah satu modal utama para siswa untuk mendapat nialai yang maksimal pada saat ujian bukan menonton televisi dan bukan juga berita. Karena hal-hal yang diujikan pada saat ujian akhir ataupun ujian semester bukanlah pengetahuan umum, tetapi pelajaran sekolah yang ada dibuku-buku pelajaran itu sendiri.

1.4. Perumusan Masalah

Apakah menonton televisi memberikan efek yang sangat berarti kepada keinginan para siswa untuk belajar?

1.5. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak menonton televisi kepada para siswa SMA. Dan sekaligus menjadi bahan untuk perbaikan mutu pendidikan kedepannya. Kita bisa lihat bahwa kondisi pendidikan di Indonesia saat ini memang masih sangat rendah apabila di bandigkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas, efisiensi dan standarisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. Jadi, yang dibutuhkan sekarang yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara mengurangi jam siswa untuk menonton televisi, agar kualitas pendidikan semakin meningkat. (http://vanitayosi.blogspot.com/2011/11/kualitas-pendidikan-di-indonesia.html).

 

1.6. Manfaat Penelitian

a)      Membantu para siswa agar bisa memilih hal yang paling utama dilakukan.

b)      Mempermudah para orangtua siswa untuk mengontrol anaknya dalam hal menonton televisi.

c)      Memperbaiki kualitas pendidikan diIndonesia

d)     Menambah pengetahuan kita tentang dampak menonton televisi terhadap pendidikan.

e)      Menambah minat para siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar.

f)       Meningkatkan nilai siswa.

 

 

 

 

 

Bab II

Landasan Teori

2.1. Televisi

2.1.1 Sejarah Televisi

Televisi merupakan alat elektronik yang di gunakan untuk menghibur penontonnya melalui acara-acara yang ditayangkan setiap waktu. Televisi ditemukan karena dasar penemuan hukum Gelombang Elektromagnetik oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

Pada tahun 1873 seorang operator telegram menemukan cara untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan bantuan fotosel silenium (selenium photocell)
pada tahun 1884, Paul Nipkow di Berlin, Jerman menemukan piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya dan hal ini merupakan cikal bakal dari lahirnya televisi.

Sekitar tahun 1920 John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Pada tahun 1923 Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia. Keterbukaan Zworykin pada kritik, membuatnya menemukan penemuan baru lagi yaitu sebuah kamera tabung yang diberi nama iconoscope. Dialah yang kemudian disebut sebagai Sang Penemu Televisi. (1889-1982). (http://www.engineeringtown.com/kids/index.php/penemuan/96-sejarah-ditemukannya-televisi).

Televisi tabung semakin jarang digunakan oleh masyarakat. Para ilmuanpun mulai meneliti kembali dan pada akhirnya pada tahun 1935 telah ditemukan televise ekektronik dengan semua bahan elektronik dengan harga terjangkau. Meskipun sudah ada tv elektronik, tetapi gambarnya masih hitam putih.

Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin berkembangnya teknologi didunia. Bentuk dan tampilan dari televisi semakin lama semakin menarik dan semakin simple yang mana dapat memudahkan semua orang untuk digunakan dan semakin banyak pula penggunaan televisi dirumah-rumah. Semakin lama dampak penggunaan televisi semakin membahayakan di karenakan tayangan yang ada di televisi yang tidak mendidik.

2.1.2. Penggunaan Televisi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Memang tidak ada larangan dari pemerintah untuk menonton televisi. Jadi, banyak sekali masyarakat yang memiliki dan menonton televisi hampir setiap jamnya. Menurut Armila Ramadhani telah ada pembatasan menonton televisi untuk para siswa oleh Children’s Television Act of 1990  yaitu program televisi untuk anak 10.5 menit/jam dalam satu minggu dan 12 menit/jam pada akhir minggu, namun masih banyak anak atau seorang siswa yang yang menonton televisi hampir 16 menit/jam.

Menurut Ismira Lutfia, data menunjukkan bahwa hampir semua atau 95% keluarga diIndonesia memiliki televisi dirumah mereka. Mereka menghabiskan 4 jam atau lebih setiap hari hanya untuk menonton televisi. Kebanyakan dari mereka menonton acara seperti talk show. Survey ini dilakukan dengan responden yang berusia 10 tahun keatas dan mayoritasnya adalah seorang remaja yang masih duduk di bangku sekolah.

Hal ini dapat membuat ketergantungan, tak hanya pada anak anak tapi juga pada orang dewasa. Seringnya menonton televisi menumbuhkan suatu kebiasaan buruk pada orang orang, terlebih anak anak yg masih dalam masa pertumbuhan. Mereka menonton televisi hampir setiap waktu ketika mereka memiliki waktu kosong.

2.1.3. Fungsi Televisi

Televisi berfungsi sebagai media pemberi informasi, mendidik dan pastinya menghibur. Televisi yang diketahui sebagai media pemberi informasi memang lebih baik dibandingkan media masa lainnya seperti koran, majalah, tabloid dan radio. Karena televisi memberikan informasi secara audio dan visual yang mana lebih mudah diserap oleh manusia. Dan dari segi efeknya, televisi memberi efek yang lebih di bandingkan media masa lainnya.

Televisi lebih banyak digunakan sebagai media untuk menghibur. Apalagi oleh anak-anak dan siswa dengan alasan sebagai media refreshing setelah belajar disekolah yang sangat membuat mereka stres. Stres dalam artian bosan dengan membaca buku pelajaran yang penuh dengan kata-kata ilmiah yang susah untuk diingat. Dan membantu menambah pengetahuan para siswa tentang dunia melalui menonton program berita.

2.2. Hasil Penelitian yang Relevan

Dikatakan oleh Arista Pitriawanti (2010: 3-4) bahwa TV sebagai media audio visual mampu merebut 94 % saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50 % dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar TV walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau secara umum orang akan ingat 85 % dari apa yang mereka lihat di TV setelah tiga jam kemudian dan 65 % setelah tiga hari kemudian (Dwyer, 2003 dalam Anwas, 2008)

2.3. Kerangka Pikir

Menonton televisi dapat membawa dampak baik dan buruk bagi penontonnya. Apapun acara yang ditontonnya.

Sisi positif :

a)      Menambah ilmu pengetahuan umum.

b)      Membantu mempermudah memahami suatu berita karena kebanyakan dari siswa dapat menerima informasi secara visual.

c)      Membuat para siswa berpikir lebih kritis.

d)     Sebagai sarana refreshing.

e)      Mengetahui perkembangan dunia.

Sisi negatif :

a)      Kurangnya waktu belajar karena terlalu lama menonton televisi.

b)      Berkurangnya konsentrasi.

c)      Mengurangi kemampuan mengingat verbal.

d)     Mengurangi minat belajar.

e)      Mengurangi semangat belajar.

f)       Mempengaruhi tingkah laku siswa.

g)      Membuat siswa mengikuti tawuran.

h)      Membuat nafsu makan kurang.

i)        Membuat siswa menjadi malas untuk bergerak.

j)        Berdampak buruk bagi kesehatan.

k)      Kurangnya waktu untuk membaca

2.4. Perumusan Hipotesis

Di sebuah sekolah bertaraf internasional yaitu SMA Negeri Sumatera Selatan yang di ambil sampel sepuluh orang data siswanya mengenai waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi dan prestasi yang mereka dapatkan. Siswa yang jarang menonton televisi memiliki prestasi yang lebih banyak disekolahnya.

Siswa yang jarang menonton televisi memiliki waktu belajar yang lebih banyak jadi nilai pelajaran mereka lebih besar.

Bab III

Metedologi Penelitian

3.1. Sampel penelitian

Untuk mendapatkan hasil yang bagus, proses pengambilan sampel haruslah yang akurat. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

a)      Siswa SMA Negeri Sumatera Selatan.

b)      Siswa kelas 11 di SMA Negeri Sumatera Selatan.

c)      Siswa yang meliliki prestasi yang bagus.

3.2. Metode Penelitian

Metode yang penulis gunakan yaitu metode kuesioner. Dimana para responden akan menjawab pertanyaan yang akan diberikan oleh penulis. Pertanyaan yang akan diberikan merupakan pilihan yang mana responden tinggal memberi tanda silang (X) pada pilihan yang sesuai dengan yang mereka inginkan.

Penggunaan metode ini dikarenakan metode ini dapat mempermudah para responden untuk mengisinya. Dan metode ini juga ekonomis.

3.3. Teknik Analisis Data

Metode yang baik dalam menganalisis data yaitu metode yang valid dan reliabel. Dalam hasil kuesioner perlu diuji validitas dan reliabilitas. Setelah datanya valid dan reliabel, maka data yang ada akan mulai dianalisis. Metode analisis dibagi menjadi 2 bagian :

  1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini penulis mengumpulkan data yang ada dan mengecek identitas dari pada para responden. Baik nama dan umur. Selain memeriksa identitas, penulis juga akan memeriksa isian data.

  1. Tahap Tabulasi Kegiatan

Pada tahap ini akan dilakukan pengelompokan data berdasarkan kebiasaan dan seberapa sering siswa itu belajar. Jadi, penulis akan dipermudah dalam menganalisa data yang telah diberikan para responden.

Bab IV

Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.1. Deskripsi Data

Data yang didapatkan dari hasil kuesioner yang diberikan kepada sepuluh siswa di SMA Negeri Sumatera Selatan ditunjukkan pada table 4.1.

Tabel 4.1 hasil kuesioner dari sepuluh responden

Nomor Soal

Persentase Jawab Benar (%)

Persentase Jawab Salah (%)

1

70

30

2

80

20

3

10

90

4

80

20

5

80

20

6

90

10

7

0

100

8

50

50

9

80

20

 

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kebanyakan anak SMA Negeri Sumatera Selatan hanya menonton televisi di waktu senggang dan tidak terlalu berlebihan. Dari pertanyaan pertama, 7 dari 10 orang yang menjadi responden menonton televisi kurang dari dua jam. Dan 8 dari 10 orang menonton berita di bandingkan dengan menonton film yang mana berita lebih banyak mengandung informasi yang penting. Meskipun demikian, mereka masih mempunyai waktu yang tidak cukup untuk beristirahat. Istirahat sangatlah penting untuk semua orang. Dengan cuckup beristirahat kita dapat menjaga kondisi tubuh kita agar tetap sehat. Salah satu penyebab para siswa ini kurang tidur dikarenakan banyak menghabiskan waktu untuk belajar. Mereka banyak yang belajar lebih dari dua jam sehari, dan dari kerja keras mereka itu. Mereka memiliki banyak perstasi dibidang akademik. Dari data diatas dapat dilihat 8 dari 10 orang memiliki prestasi yang sangat baik di bidang akademik. Dikarenakan mereka belajar dan menghabiskan waktu untuk mencari informasi tentang suatu hal yang penting. Dengan demikian merekapun dapat fokus mengikuti proses belajar mengajar didalam kelas dengan baik.

Terlalu sibuk belajar membuat waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah lebih sedikit. Dan membuat 10 dari 10 orang responden mengerjakan pekerjaan rumahnya disekolah. Mereka tidak ingin waktu istirahat mereka berkurang. Jadi, mereka lebih memilih tidur lebih cepat dibandingkan mengerjakan pekerjaan rumah. Meskipun, waktu istirahat mereka tidak sesuai standar tidur sehat.

Siswa yang jarang menoton televisi memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan siswa yang terlalu sering menonton televisi. Apapun tayangan yang disiarkan, baik sebuah berita. Itu tetaplah memberi dampak negatif yang sangat berarti. Karena dapat membuat siswa malas untuk membaca buku pelajaran dan menurunkan prestasi siswa disekolah.

 

Bab V

Simpulan dan Saran

5.1. Simpulan

Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kurangnya menonton televisi dapat menambah waktu belajar dan membuat kita memiliki banyak pengetahuan yang akan membimbing kita untuk meraih prestasi yang tinggi dan dapat membantu memudahkan siswa tersebut untuk meraih cita-citanya.

Kemungkinan untuk melakukan kegiatan yang buruk seperti anarki oleh para siswa dapat dicegah. Karena mereka akan menghabiskan waktu mereka untuk membaca dari pada bergaul dengan oreng di sekitarnya yang kadang belum tentu baik buat dirinya.

5.2. Implikasi dan Saran

Kepada masyarakat, khususnya para orangtua siswa. Disarankan untuk mengontrol waktu menonton televisi anaknya. Para siswa juga harus memperhatikan atau meluangkan banyak waktunya untuk belajar agar meraih prestasi yang lebih baik lagi. Kepada para petinggi stasiun televisi agar dapat memilih program dan acara televisi yang baik untuk masyarakat umum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Kualitas Pendidikan DiIndonesia. (http://vanitayosi.blogspot.com/2011/11/kualitas-pendidikan-di-indonesia.html) diakses pada tanggal 25 april 2012.

Lutfia,Ismira. 2011. Orang Indonesia 4,5 Jam Menonton TV Tiap Hari.

(http://www.beritasatu.com/budaya/19641-orang-indonesia-4-5-jam-menonton-tv-tiap-hari.html) diakses pada tanggal 26 april 2012.

Pitriawanti,Arista. 2010. Pengaruh Intensitas Menonton Televisi dan Komunikasi Orang tua – Anak terhadap Kedisiplinan Anak dalam Mentaati Waktu Belajar. Semarang:Universitas Diponegoro.

Ramadhani,Armila. 2010. Hubungan antara lama menonton televisi dan Prestasi akademik anak usia sekolah.Medan: Universitas Sumatera Utara.

Sejarah ditemukannya televisi. http://www.engineeringtown.com/kids/index.php/penemuan/96-sejarah-ditemukannya-televisi diakses pada tanggal 26 april 2012.

Nama:                                                                                                  Kelas:

1. Berapa lama anda menghabiskan waktu menonton televisi di asrama?

a. 0-120 menit perhari

b. Lebih dari 120 menit perhari

2. Jenis tontonan apa saja yang sering ditonton oleh anda?

a.film

b.Berita

3. Berapa menit anda tidur dalam satu hari?

a.kurang dari 480 menit perhari

b.480 menit atau lebih perhari

4. Berapa jam anda menghabiskan waktu untuk belajar dan mengerjakan PR?

a.kurang dari 30 menit perhari

b.lebih dari 30 menit perhari

5. Apakah anda susah berkonsentrasi untuk memahami pelajaran sekolah?

a.iya

b.tidak

6. Apakah anda dapat mengikuti pelajaran dengan baik di sekolah?

a. iya

b.tidak

7. Apakah anda selalu mengerjakan PR diasrama?

a. iya

b.tidak

8. Berapa lama anda belajar di luar jam pelajaran?

a.kurang dari 120 menit perhari

b.lebih dari 120 menit perhari

9. Jumlah prestasi anda?

a. Banyak

b.Sedikit

 

 

 

 

 

Responden

Pertanyaan Nomor

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1

V

V

X

V

X

V

X

V

V

2

V

X

X

V

V

V

X

V

V

3

V

V

X

V

V

V

X

V

V

4

V

V

X

X

V

V

X

X

V

5

X

V

X

V

V

V

X

X

X

6

V

V

X

V

V

V

X

V

V

7

X

V

X

X

X

X

X

X

X

8

X

V

X

V

V

V

X

V

V

9

V

V

X

V

V

V

X

X

V

10

V

X

V

V

V

V

X

X

V

 

Categories: My Stories | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Karya Ilmiah “Efek Menonton teehadap Hasil Belajar Siswa”

  1. Isu nie dah makin meluas di bincangkan .. terima kasih kepada admin
    blog nie… artikel awak menjelaskan hal nie dengan lebih baik.

    .. tahniah

    • Bryan Wisnu Prabowo

      Sama sama. snang bisa membantu anda, visit lg yee. hehehe

  2. theresia

    boleh gak ya saya tahu hasil dari penelitian ramadhani armila yang menjadi sumber pustaka penelitian ini..
    saya ingin jadikan referensi juga, tapi data hasilny saya tidak tahu,,

    • Bryan Wisnu Prabowo

      Bisa mbak . tp beberapa tahun yg lalu, ketika saya membuat penelitian ini yg merupakan salah satu tugas saya semasa SMA. saya membaca ini dari sebuah file pdf dari Dr. Ramadhani Armila. yg saya download dari google. maf ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: